wisdom says...

Minggu, November 15, 2009

I Hope, I Think, I Know

I'd like to push
Push everything I bear
Here on my shoulder

I was slipped
I was broken
I was fell
fell down...

That night..
That cold night..

I just need you to tell me,
"Don't worry..
this is just a process"

I hope so...
This is just a process





tulisan yang dibuat Jumat malam. 13 November 2009. 23.07.





Oasis - I Hope, I Think, I Know


Kamis, November 12, 2009

The Last Goodbye

"Goodbye"

Buat orang macam saya, kata-kata di atas adalah salah satu kata yang paling sulit untuk dikatakan, dan diterima.
Kenapa?
Entah.
Mungkin, buat saya, kata-kata itu bisa berarti:

1. "Udah ya, gw gak mau ketemu lu lagi"
2. "Sampe ketemu kapan-kapan"
"Kapan-kapan" buat saya adalah sebuah ketidakpastian. Ketidakpastian itu "bukan saya sama sekali"
3. "Dadah! Kita mungkin gak bakal ketemu lagi dalam waktu yang lama.."
Nah ini nih yang paling sedih...apalagi kalo yang bilang ini orang yang kita sayangi...orang yang kita perhatiin...orang yang ya...bisa dibilang, penting buat kita

Makanya, setiap ada orang, yang saya anggap penting buat saya, bilang "Duluan ya sar.." atau "Cabut dulu ya sar..", terkadang-kadang insting sensitivitas saya juga lebay, dan saya jadi sering berpikir yang aneh-aneh, semisal : saya gak akan bisa ketemu dia lagi besok.
Udah ah yee...serem banget bahasan kita.

Lanjut.
Pokoknya, saya kurang suka dengan yang namanya perpisahan.
Perpisahan bisa berarti putus hubungan.
Perpisahan bisa berarti "nggak kenal" lagi.
Atau bahkan, perpisahan bisa berarti "nggak ketemu, nggak peduli, nggak ada urusan" lagi.

Tapi ada juga yang bilang, kalo perpisahan, bisa bikin kita ngerti indahnya sebuah relasi.
Yaah.
Saya berharap omongan itu benar sih.
Karena..saya pengen, ketika suatu saat ada yang ingin memutuskan untuk bilang "goodbye" ke saya...saya ngerti, betapa saya dan dia punya memori yang bagus untuk dikenang.

Udah ya.
Mellow nih.
Hehehe





James Morrison - The Last Goodbye

Senin, November 02, 2009

Too Much This Way

Maybe I'm too hard on myself..
Maybe I'm too hard on you, too


And, I feel the absurd

After months..
Yeah, I feel the absurd

I always say to myself,
"the situation isn't great"
But I know I don't deserve to say that..
Because me...
It's me
The one who start this..
The one who have too much expectation in this..
And I should be the one who make the most of it..


Sorry



Float-Too Much This Way

Kamis, Oktober 29, 2009

Friendly Fire

The meaning of friendship

Friendship is giving more than you expect to receive
Friendship is never counting favors
Friendship is offering an opinion, when you think you need to

Or
Friendship can just be a smile..a smile that brightens your day
Friendship can just be a simple talk...a talk that can encourage you when it's needed
Friendship can just be a walk...a walk during your hard day at school
Friendship can just be hand...or a shoulder...that lend to you when you want it

Or even
Friendship can be everlasting
Friendship can be neverending!
Friendship can be stronger than love..
Because friendship makes your life, and love gives you life..

And
Having what you called a "Best Friend", not arguably is one of the highest achievement in life
Best Friend, is the place where you can be YOU
Best Friend, is around when hard things are around you...

Best Friend knows your mood and feelings, even when you're not explain it
Best Friend are a lot like soulmates..
(rrr..no...not that kind of "lover" thingy..)
It's like...having your alter ego, in totally different person..
or...finding your "lost" part of your life, in that person..
Surely,
We all have one...but it may take a long time to find them




nb: dari saya, untuk siapapun diluar sana





Sean Lennon-Friendly Fire

Sabtu, Oktober 17, 2009

Come Back To What You Know

Entah kenapa ya...
1 sampe 2 minggu terakhir ini sepertinya hidup saya diliputi oleh yang namanya "kejutan".

Kejutan.
Kalo kejutannya hadiah, dapet IP naik dengan sendirinya, ataupun dapet kucuran uang mendadak dari rumah, boleh deh. Saya akan sangat bersyukur.
Tapi, kejutan yang saya terima rupanya bukan kejutan macam itu.
Kejutan ini datang dari teman-teman saya. Atau lebih tepatnya, teman-teman yang sudah berteman dengan saya cukup lama.

It's really annoying, though...knowing that your friends are talking about yourself behind your back.
Dan yang lebih menyakitkan lagi, saya tahu bahwa mereka ngomongin saya itu dari orang lain.
Dan yang lebih parah lagi, ketika di depan saya, seolah-olah nothing happens.
Yeah, great!

Ada ya...orang-orang seperti itu..
Kita kenal dan bisa dibilang sering menghabiskan waktu bareng udah hampir 4 tahun...
Iya...mungkin saya ada salah
Iya...mungkin mereka ngerasa saya punya salah
Atau semacamnya deh...tapi kan saya nggak bisa memenuhi keinginan semua orang. Saya juga nggak bisa tahu pikiran orang tentang saya.
Padahal saya lebih menghargai mereka yang langsung marah di depan saya kalau mereka ngerasa saya bikin salah ke mereka.

Selama 1-2 minggu ini, saya pernah juga ngerasa tersesat.
Stuck. Lost. Harus hidup di tengah-tengah fakta bahwa saya mengetahui fakta tentang mereka yang mereka tidak tahu bahwa saya tahu....plus mereka adalah orang-orang terdekat saya selama hampir 4 tahun ini.

Terus jadi keinget kata-kata salah seorang dosen Farmakologi saya waktu tingkat 2. Waktu itu beliau lagi ngajarin obat tentang antischizophrenia.(anti"gila")...membahas neurotransmitter dan jalur mesokortikal-mesolimbik dan semacamnya..

"Jadi...kalau kalian stress, ngerasa kepala udah penuh...diem dulu aja. Istirahat. Berhenti. Tutup mata dan telinga"

Begitu kata beliau.

Dan saya mendadak sekarang setuju banget tuh.
Berhenti itu buat melihat lagi untuk apa sebenernya kita hidup di dunia ini.
Istirahat itu untuk mengembalikan fungsi otak dan fisik kita yang mungkin sudah terlalu overwork.
Tutup mata dan telinga itu untuk sekali-kali hidup untuk diri sendiri. Gak usah denger dan lihat apa kata orang lain.
Diam itu dibutuhkan, untuk sesekali kita duduk, santai, berhenti dari rutinitas.

Karena, pada akhirnya pun...
Bukan manusia yang paling mengerti kita.
Tapi Yang Maha Mengerti.

Pada dasarnya kita pun sendirian di dunia ini.
Di rahim ibunda, kita sendiri.
Di liang lahat pun akhirnya kita sendirian juga.

Iya, nggak?.





Embrace - Come Back To What You Know





Minggu, Oktober 04, 2009

I Should Have Known Better

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitu dekatnya,
berbagi harapan, cerita, dan mimpi-mimpi kita..
sampai lupa menyadari....
bahwa jiwa dan akal kita ini pada dasarnya milik diri kita masing-masing...

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitu saling percaya satu sama lain,
meminta tolong, menjaga rahasia...
sampai tertutupi oleh mata kita....
bahwa kisah kita pada hakikatnya hanya kita yang punya...

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitu saling terbukanya,
berkeluh kesah, mencari solusi...
sampai tidak terbesit di pikiran kita...
bahwa masalah kita sesungguhnya hanya kita yang bisa menyelesaikannnya...

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitu akrabnya,
tertawa...bercanda...dan senda gurau bersama...
sampai kita lupa...
interaksi kita hanya diisi oleh yang bahagia...
dan mungkin lupa untuk berbagi yang duka...

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitu yakinnya,
karena kedekatan ini, kita sudah memberikan yang terbaik untuk satu sama lain..
sampai tertutup oleh optimisme itu sendiri...
bahwa sebenarnya kita belum memberikan apa-apa..

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitu terlenanya dalam berhubungan,
merasa saling mendukung seratus persen...
sampai kita terlambat untuk mengetahui...
bahwa sebenarnya ketika suatu saat aku atau kamu sedang diam membisu, sebenarnya kita sedang butuh bantuan...tetapi berusaha untuk tidak merepotkan...

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitunya tidak ingin saling mengecewakan,
merasa menjadi pendengar sempurna cerita-cerita kita satu sama lain...
sampai kita membohongi diri sendiri...
bahwa kita juga butuh didengarkan...

sahabat,

mungkin kita sudah sebegitunya tidak ingin merusak hubungan ini,
merasa bahwa dengan banyak bicara dan bertemu adalah sebuah bentuk persahabatan...
sampai kita tidak sempat memberi waktu...
kepada diri kita sendiri bahwa terkadang berhenti itu dibutuhkan...

sahabat,

walaupun begitu..
aku tidak akan pernah lupa...
di hidupku...ada sebagian hidupmu...
di hatiku...tersimpan secuil potongan hatimu..
di pikiranku...tersambung beberapa kalimat bijaksanamu...
di sikapku...selalu ada bagian dirimu yang berperan mengubahnya...


The Beatles-I Should Have Known Better

Senin, September 28, 2009

Lifesize

Hidup..

Hidup itu di atas
Hidup itu di bawah

Hidup itu terluka
Hidup itu menyembuhkan

Hidup itu musuh
Hidup itu teman

Hidup itu ramai
Hidup itu sepi

Hidup itu keinginan
Hidup itu juga kebutuhan

Hidup itu setiap hembusan nafas
Hidup itu setiap langkah kaki

Hidup itu bahagia
Hidup itu sedih

Hidup itu rapuh
Hidup itu kuat

Oleh karena itu, hidup adalah sebuah kejutan
A surprise that worth living





A Fine Frenzy-Lifesize